Tampilkan postingan dengan label cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerbung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

Ada Apa Dengan Jok Belakang...??(Part 2)


setelah mengobrol dengan para ibu ibu tetangga untuk mencari tau mengenai pak tono, rika pun kembali kerumahnya untuk menyiapkan makan malam untuk ayahnya malam ini....

“asalamualaikum, ayah pulang, rika kamu dimana” seru ayah rika dari luar rumah
“owh ayah, sudah pulang yah,” sambut rika dengan langsung mencium tangan ayahnya tersebut
“ ayo makan dulu, nasinya udah masak tuh” ujar rika
“iya, terima kasih rika, ayah mandi dulu yah, busuk nih, hehe” sambut pak sony ayah rika,
Yah semenjak ibunya rika meninggal rika dibesarkan oleh ayahnya sendiri, sehingga wajar kalo rika agak tomboy, namun meski begitu ia tetap memiliki naluri feminim dari ibunya, sehingga ngak ditanya lagi kalo rika tetap jago masak, sony sangat sayang sama rika, terkedang ia sedih melihat anaknya tersebut sering murung mengingat ibunya, sony pun sering menghibur rika dengan macam macam cara, sehingga hubungan ayah dan anak ini sangatlah erat..
Ayah rika bekerja di salah satu kantor penerbitan di kota tersebut, dia dipindah tugaskan setelah mendapatkan promosi dikantor sebelumnya, sehingga kalo boleh dibilang, hidup mereka lumayan berkecukupan,
Sangat sayangnya sony kepada anaknya ini, karena juga ia sangat mencintai istrinya yang telah meninggal dulu ketika melahirkan rika, dan ia bersumpah tak akan menikah lagi dengan wanita lainnya, dan akan  terus menjaga rika hingga ia tumbuh besar dan mandiri,
Keesokan harinya sehabis pulang sekolah, rika puny ide gimana agar bisa ngobrol dan cari tahu sama mengenai pak tono, ide tersebut ia sampaikan sama teman temannya
“eh, aku ad ide nih gimana bisa cari tau kenapa pak tono selalu marah kalo jok motornya dinaiki” ujar rika kepada diko dan indra serta sapri yang lagi duduk duduk dipinggir jalan,
“emang penting banget sih kayak gituan??” saut diko
“iya nih, nga usah cari masalah ka” jawab indra
“aku ngak mau dilempari sepatu lagi sama pak tono, itu ogah ah, males banget” jawab sapri
“ah… cemen bener, ayolah, aku penasaran banget nih, apalagi dengan yang namanya lina itu, kok si pak tono manggil saya dengan nama itu”, ujar rika berapi api..
“eh.. aduh, perutku sakit, aku pulang dulu ya” ujar indra yang udah mengira si rika bakal tetap ngotot ngajak mereka untuk menyelidiki pak tono,
“aduh aku juga ada les bola sore ini” sambut sapri dengan pikiran yang sama dengan indra, yang langsung meyusul indra yang udah ngacir duluan ..
“sakit perut?? Kok tiba tiba??, dan si sapri?? Emang ada les bola?? Hemm….” Gumam rika keheranan
Dari belakang, diko mencoba untuk kabur dengan diam diam,
“eittsss… mau kabur ya” ujar rika langsung memegang tangan diko,
Sentuhan lembut tangan rika seperti menggetarkan hati diko, memang selama ini diko memendam rasa terhadap rika semenjak mereka pertama kali bertemu, namun tak sekalipun berani ia utarakan, meski dalam bentuk tingkah laku, malah dia malah cuek dan sering mengejek rika ketika ketemu,
“eh.. engak kok, aku..” jawab diko gugup,
“aku paham nih, kalian pada mau kaburkan diajakin cari tau tentang pak tono, itu si indra tiba tiba sakit perut, sama si sapri les bola lah segala, pokoknya kamu harus ikut aku…”ujar rika ngomel ngomel ke diko

“he…” ujar diko tersenyum ke rika
“kamu kenapa hah??” ujar rika, baru ia sadari ia belum melepaskan tangannya dari tangan diko,
“eh, jangan berpikiran yang macam macam ya, “ ujar rika langsung mencubit lengan diko
“engak kok, engak salah lagi.. hehehehe” goda diko
“eh, kurang ajar ya” omel rika sembari mencubit keras keras lengan diko
“ah….. iya iya ampun manis…” jawab diko keceplosan
“hah.. manis??... kamu sakit yah hari ini diko, ngomongnya ngelantur terus gitu?? Jawab rika dengan candaan
‘jika kau tau perasaanku ini rika, hemm…. Aku rela melakukan apapun untukmu’ gumam diko lirih
“ayok jadi gimana idenya, aku ngak punya banyak waktu nih”, ujar diko pura pura ngak mau, padahal ia senang bisa terus dekat sama dengan rika
Rika pun menjelaskan bahwa kemaren ia ngobrol dan tau bahwa pak tono merupakan seorang penulis cerpen lepas di beberapa majalah dan salah satunya di majalah nova yang dimiliki seorang ibu ibu tetangga mereka, kebetulan juga mereka dapat tugas dari sekolah untuk membuat cerpen, jadi ini bisa dijadikan alas an untuk bertanya ke pak tono cara membuat cerpen yang bagus
“hemm… oke juga tuh idenya, tapi kamu yakin pak tono mau ngajari kita buat cerpen dan menceritakan tentang masa laluny??” Tanya diko penasaran
“yah kita coba aj dulu lah, urusan sukses ato ngak nya belakangan gimana??” jawab rika
“ehmm…. Baiklah, kalo kamu sih aku yakin pasti sukses, hehehe” ujar diko menyemangati rika
“ah, kamu bisa aja, hehe” jawab rika malu
“eh aku belum selesai tadi, itu pasti sukses kacaunya, hahahahah” ejek diko ringan sambil tertawa lepas
“ah…. Kurang ajar kamu ya…” ujar rika hendak mencoba mencubit diko lagi, namun si diko sudah lari kocar kacir duluan, jadilah mereka berdua kejar kejaran seperti anak kecil…
******

“jadi ini rumah ibu tersebut??” Tanya diko kepada rika
“kalo ngak salah sih iya, kemaren aku lihat dia pulang kearah rumah ini,”
“ayo coba kita cek, mudah mudahan sih bener” jawab rika sedikit ragu apakah ini rumah ibu ibu kemaren yang dimaksud..

“asalamualaikum, permisi,…..” ujar rika dan diko berbarengan
“permisi… ada orang disana…” saut riko lebih kencang”
“eh, kalo salam itu yang sopan dikit” tegur rika ke diko
“iya..iya maaf..hehe” jawab diko

Ketika mereka berdua sedang berdebat, keluarlah seorang wanita paruh baya dari dalam rumah tersebut,
“eh,eh,eh,eh, ada apa ini ribut ribut depan rumah orang”
“eh tante, maafkan kami” jawab rika malu, sambil menyenggol diko
“sttt.. ayo cepat minta maaf juga” bisik rika pelan kediko
“iya..iyaa.. bawel banget sih, maaf ya tante…” jawab diko

“owh, kamu rika ada apa??, eh ini siapa?? Pacarnya y?? hehehe” jawab ibu paruh baya tersebut menggoda dua remaja tangung tersebut..
“iya tante…” jawab diko tersipu malu..
“ehh… enak aj, bukan tante ini si diko ngelantur aj omonganny dari tadi, dia teman saya kok” potong rika sambil mencubit diko..
“eh.. apaan sih cubit terus, akukan Cuma bercanda” saut diko sebel..
“hahaha, kalian ini lucu banget, mengingatkan tante waktu muda dulu, hahaha, eh kenalkan dulu nama tante, tina, tante lupa memperkenalkan diri kekamu kemaren rika??” sela tante tina..
“owh, iya maaf saya lupa bertanya kemaren, ini teman saya satu sekolah diko rumahnya juga ngak jauh dari kompleks sini” jawab rika
“oh iya diko, kamu kalo ngak salah anaknya mbak siska kan??” Tanya tante tina ke diko yang rupanya anak temannya tersebut
“iya, tante… betul,..”jawab diko sembari tersenyum
“ehm, maaf tante kelupaan, ayo masuk dulu, masa dari tadi ngobrolny diluar…, tante ke belakang dulu ambil minuman”
“ oke tante… kalo ada kue juga boleh” seloroh diko
“eh diko ngelantur lagi ngomongnya, ngak usah repot repot tante..” jawab rika..
“ah, ngak apa apa tante senang kok kedatangan tamu seperti kalian, gih masuk dulu” jawab tante tina sembari tersenyum dan masuk ke dapur

“awas yah sekali lagi ngomong ngelantur, kamu aku tendang keluar nanti.. ingat itu…” ancam rika ke diko yang  dari tadi bicara seenaknya saja
“siap boss…” jawab diko singkat sambil tertawa cengengesan..
Beberapa saat kemudia tante tina datang dari dapur dengan 2 gelas minuman dan beberapa potong kue, rika pun menjelaskan kedatangannya kemari untuk meminjam beberapa majalah dan tabloid yang memuat karya cerpen dari pak tono..
“begini tante kami kan ada tugas bahasa Indonesia dari sekolah untuk membuat cerpen, jadi kami mau pinjam beberapa majalah dan tabloidnya untuk dijadikan bahan referensi” ujar rika mengutarakan maksudnya”
“owh, tentu, boleh saja nanti tante akan ambilkan dulu beberapa yang ada digudang” jawab tante tina
Mereka bertigapun mengobrol cukup panjang, tente tina pun ngak henti hentinya menggoda keduanya tentang hubungan jadi pacar, si diko cengengesa ngak karuan, dan si rika mati matian bilang mereka Cuma berteman, ngak terasa hari sudah sore, dan mereka berduapun pamit pulang sembari membawa majalah dan tabloid yang dijanjikan tante tina”
“ ehm tante kami permisi dulu karena hari sepertinya udah mulai gelap” ujar diko ke tante tina
“owh, iya, lain kali main lagi kesini ya” jawab tante tina
“tentu tante, terima kasih sebelumnya” saut mereka berdua dan berlalu keluar..

“hari udah sore nih, besok aj kita kerumahnya pak tono” Tanya rika ke diko
“iya sih, ngak baik kalo bertamu malam malam gini kayaknya”, jawab diko menyetujui usulan rika untuk besok saja kerumah pak tono

Diperjalanan pulang kerumah, tiba tiba kaki rika keseleo
“aduh… sakit…” jerit rika pelan sembari terduduk dan memegangi betisnya yang sepertinya kram
“ada apa ka??, kamu ngak apa apa??” Tanya diko cemas
“eh, aku ngak tau, tapi ini sakit sekali, mungkin  karena terlalu lama duduk tadi…” jawab rika lirih

“sini….” Ujar diko sembari menundukkan badannya, dengan tanda untuk meminta rika untuk ia gendong
“apa…??” ujar rika bingung
“sini aku gendong kamu, kamu ngak mungkin bisa jalan kalo kayak gitu kan??” balas diko lagi..
“ehm, aku ngak apa kok, ..” jawab rika lagi
“sudahlah, aku merasa sangat jahat kalo membiarkan kamu jalan dengan kesakitan gitu” paksa diko lagi karena khawatir kaki rika tambah parah
“ehm, baiklah..” jawab rika sembari tersenyum

Sore itu, dua pasang anak remaja tersebut berjalan kerumahnya dengan bergendongan, sinar matahari sore yang semakin turun keperaduannya makin membuat keduanya terlihat romantis, diperjalanan pulang tak henti hentinya diko menghibur dan menggoda rika, rikapun seperti terlupa akan rasa sakit dikakinya tersebut…..
Namun meskipun begitu belum ada perasaan yang tertambat dihati rika, begitulah pikiran diko, namun ia tetap berharap suatu saat nanti rika akan membalas perasaannya tersebut.. yah suatu saat nanti dimana ketika keduanya telah siap…

Kamis, 12 April 2012

Sebuah Kesempatan(dayschool 1)


Namaku Doni, lengkapnya Doni firmansyah, ada yang bilang aku cerdas, ada juga yang bilang aku bloon, ntah apa pendapat orang aku tak peduli, yang pasti hobiku adalah mengambar, aku berpikir dunia ini memang selalu tidak adil, ntah menggapa dari kecil hingga sekarang aku selalu menjadi seorang pecundang, jangankan ranking 1, masuk sepuluh besarpun bisa dihitung dengan jari sebelah tangan ku,
Yah prestasi dan terutama sebuah pengakuan adalah yang selalu haus dan ingin kudapatkan dari dahulu, dan ketika kesempatan itu datang, jalan takdirku tarnyata membunuh kesempatan itu…..
*****
SMA Negeri 26  adalah tempat sekolahku, kata orang sih sekolah ini sekolah terfavorite dikotaku, ratusan bahkan ribuan anak sekolah menangah pertama dari berbagai penjuru kota bahkan hingga luar kota sekalipun berbondong bondong untuk masuk kesekolah ini, bahkan banyak  pejabat yang rela menggunakan “jalan belakang” untuk  memasukkan anakanya kedalam sekolah ini, kalian tentu tahu apa yang dimaksud jalan belakang tersebut kan??, haha.. sebuah ironi di balik pendidikan di negeri kita ini…
Aku beruntung ketika periodeku tak ada yang namanya testing ketika masuk sekolah ini, sehingga hanya dengan menggandalkan nilai UN SMP aku bisa masuk dengan cukup mudah kesekolah ini, namun bisa ku pastikan, bukannya aku sombong, tapi nilai rata rata 8,0 dari UN ku merupakan murni hasil jerih payahku sendiri, namun apalah yang bisa disombongkan dari nilai tersebut jika melihat anak “bragajulan”, tau kan, anak anak yang kelasnya Cuma di kantin dan hobinya sembunyi di toilet untuk sekedar membuang “asap” bisa mendapatkan nilai UN dengan rata rata diatas 9,0 karena mereka dengan enaknya mencontek dan menyalin hasil ujian anak anak yang cerdas di SMP ku dulu,
haah… tragedi toilet, bisa kusebut seperti itu karena mungkin jika kita lihat antrean BBM sekarang, tak kalah panjang dengan antrean toilet di SMPku dulu ketika UN, jangan salah sangka dulu, bukannya anak anak disekolah kami sering keracunan makanan atau saking gugupnya menjalani UN sehingga musti banyak sekali yang mondar mandir di toilet, tapi mereka sedang antri BJU, haah??BJU, baju maksudnya??, yah tentu bukanlah, masa lagi ujian malah antri baju, emang ini pasar bang mego atau pasar batam,
BJU, ini sih singkatan yang kubuat sendiri, “Bahan Jawaban Ujian”, hahaha, emang ngak nyambung sih, yah tapi terserah saya, kan saya yang buat singkatan, bisa dipastikan anak anak cerdas disekolahku menuliskan jawaban di dinding toilet tersebut, dan anak anak lainnya antre menyalin jawabannya beginilah kira kira…..
BACBCCD
DDABCAD
DDAAADC

Mungkin masih ingatkan dengan multiple choice, jenis soal andalan departeman pendidikan dinegeri kita ini yang menjamin 100% LULUSANnya 0% berkualitas, sebuah ironi lagi dipendidikan negeri kita dimana 3 tahun kita sekolah di tentukan dengan 3 hari UN, sebuah ironi diatas ironi, begitulah kira kira saya menyebutkannya, sebuah ironi dimana yang jujur jadi curang yang curang menjadi tambah ahli curangnya, hemm…. Saya ngak bisa menyalahkan lagi jika kelak banyak muncul koruptor koruptor ulung hasil didikan negeri kita seperti ini,   
Tapi saya juga ngak mau munafik sih, terkadang saya sendiri juga sering curang, suatu hal yang mungkin sudah menjadi kebiasaan di negeri kita ini,
Yah terlepas dari carut marutnya sebuah ujian nasional, tak banyak juga anak negeri kita yang sukses dan berprestasi hingga bisa menjuarai berbagai olimpiade diluar negeri, baik itu dibidang olahraga, seni, dan pelajaran, sekarang sih hanya tergantung kita, mau belajar atau enggak, toh yang akan memetik hasilnya di akhir kelak adalah kita sendiri…

******

Kelas 2 IPA A, yah itulah kelas yang kudapatkan dari pengumuman dari pak joko di hari senin pertama kami masuk tahun ajaran baru ini, sebuah kelas yang sangat tak kusangkah berisikan orang orang yang cerdas dan jago olah raga, lagi lagi aku cukup beruntung untuk seorang pecundang, masih ingat dibenakku nilai IPA ku yakni BIOLOGI 6,5 FISIKA 7,0 KIMIA 7,3, ternyata bisa membuatku masuk kekelas ini, tapi tidak begitu jeleknya sih, banyak juga yang lebih parah dariku bisa masuk kelas ipa, mungkin pada saat itu para guru tidak melihat nilai sehingga main masuk masukan saja para muridnya yang belum tentu mampu menerima pelajaran di jurusan itu, sehingga tak banyak ketika baru sebulan belajar banyak yang pindah ke jurusan IPS,

“hei firman, kau masuk IPA A juga ya” tegur temanku sandy dari belakang,
“owh, sandy, yap, masuk IPA A kita, haha”
“sepertinya banyak anak kelas 1 B yang masuk kekelas ini yah”
“yah untunglah, jadi ngak perlu susah beradaptasi dengan banyak orang baru lagi kita dikelas ini, oh iya kudengar tedy, siren dan nayla juga masuk kelas ini”
Lagi asyik asyiknya kami ngobrol di pinggir lapangan basket disekolah tersebut, nayla muncul dan menghampiri kami, dia wanita yang cerdas, supel dan cantik tentunya, banyak anak cowok yang suka sama dia, tapi dianya sendiri seperti ngak begitu memperdulikan hal tersebut dan fokus di ekskul dan pelajaran, hemm… saya??, saya sih ngak begitu memperhatikan cewek, jangan bilang saya homo ya, tapi pada saat itu belum ada minat dan ketertarikan saya akan hal tersebut, yah saya lebih asyik menggambar, terkadang juga menulis dan membaca berbagai cerpen, lagian saya juga orangnya ngak begitu supel jadi untuk dekat dengan cewek saja saya sedikit sungkan,

“firman, sandy kenapa belum masuk kelas??, yang lain sudah pada masuk tuh” ajak nayla ke kami
“eh kamu nayla, iya nih ntar lagi kami kesana, ngomong ngomong kayaknya anak kelas kita dulu banyak yang masuk kekelas ini ya??” ujar sandy
“iya nih, ada sekitar 10an orang kalo ngak salah, kebanyakan sih masuk ke kelas IPA C dan IPS A”
“hem benar juga ya, mudah mudahan sih anak anaknya enak ya dikelas ini” jawab sandy lagi
“siapa aja orangnya sih ngak peduli, yang pentingkan kalo banyak orang baru jadi banyak kenalan baru, hehe, yuk masuk tuh sepertinya wali kelas kita sedang menuju ke kelas”
Kami bertigapun berjalan menuju ruangan kelas 2 IPA A, tempatnya tepat disudut kanan SMA ini, dan tepat dibelakang lapangan voli, ketika kami masuk, sudah banyak anak anak yang telah mengambil posisi masing masing dibangku, seperti kebiasaan, anak cowok pada ngumpul di bagian belakang, sedangkan yang cewek berbaris rapi di barisan tempat duduk dibagian depan.
Nayla segera mengambil tempat duduk di sebelah vina, ranking 1 selama kelas 1 dari kelas 1C, “hemm, sipintar duduk sama sipintar, double pintar donk jadinya, haa” pikirku, akupun mengambil tempat duduk dibarisan ketiga bersama sandy, yah tinggal itu tempat duduk yang tersisa,
Anak anak pada sibuk ngobrol dan ribut sana sini, si sandy juga asik ngobrol sama tegar yang duduk tepat dibelakangnya, sedangkan aku mencoba untuk memperhatikan anak anak dikelas itu, ada yang sibuk menulis, entah menulis apa, ada juga yang membaca buku, ada yang maen hape dan loncat loncat ngak jelas, dan ada juga yang termenung melamun seperti yang kulakukan,
Bosan memeperhatikan orang, dan si sandy kayaknya terlalu asik dengan obrolan tentang bolanya ke tegar akupun membuka buku kosongku dan mengambil sebuah pena, “yah dari pada ngak ada kerjaan mending ngambar” pikirku,
Kugambar karakter aero dari game sky destiny yang ku download baru baru ini, katanya sih game buatan indonesia, walaupun berbahasa inggris, tapi game bergenre SHMUP itu cukup asik buatku yang ngak begitu hardcore dalam bermain game…
Baru saja ku gambar bagian kepala dan badannya, terdengar komentar dari depanku
“wah keren juga gambarmu, hobi ngambar anime juga ya?? Tanya seorang laki laki didepanku tersebut
“oh iya, dari pada ngak ada kerjaan” jawabku singkat,
“perkenalkan namaku rian, aku juga hobi ngambar anime, eh kenapa kelas satu kemaren ngak ikut eksul mading saja??,”
“ehm, aku waktu pembagian eksul lagi sakit waktu itu jadi waktu udah berjalan seminggu sekolah aku jadi enggan gabung keeksul manapun” jawabku
“owh, begitu ya, sayang sekali padahal gambarmu bagus juga loh, kalo sekarang gimana mau gabung ngak??” pinta rian yang sepertinya tertarik dengan gambar yang kubuat
“nantilah aku pikir pikir lagi y” jawabku yang sebenarnya enggan ikut kegiatan ekskul disekolah tersebut, mending nyantai dirumah pikirku
“okelah, eh maaf namamu tadi siapa??
“doni…” jawabku singkat
Ketika kami sedang asik ngobrol bu erna masuk, sepertinya dia yang jadi wali kelas kami, orangnya kutaksir kira kira berumur 40an tahun,
“asalamualaikum, selamat pagi anak anak, selamat datang di kelas 2 IPA A, hari ini kita akan membentuk stuktur kelas dari ketua kelas, hingga seksi-seksinya, tapi sebelum itu perkenalkan nama ibu, ibu ernawati, panggil saja bu erna, mungkin sebagian dari kalian pernah ibu ajar pelajaran biologi waktu kelas 1 dulu,” jelas ibu erna panjang lebar memperkenalkan dirinya, setelah itu kami satu persatu diminta untuk memperkenakan nama masing masing dan asal kelas kami,  dari sana kutahu memang kelas kami terdiri campuran dari berbagai kelas., beberapa kuingat maju kedepan waktu pembagian rapot kelas satu kemaren sebagai ranking 3 besar dari masing masing kelas,
“wah bisa bisa peringkat terakhir aku dikelas ini” gumamku
“eh fir, orangnya pada pintar pintar dikelas ini, bisa bisa kita peringkat terakhir lagi dikelas ini, haha” ujar sandy,
“ kau bisa membaca pikiranku ya??” tanya ku,
 “ah, ada ada saja kau”
Dan hari itu diakhir dengan pembagian sturktur kelas dan perubahan tempat duduk, dimana diselang seling antara cowok dan cewek, sehingga anak cowok ngak pada numpuk lagi di bagian belakang kelas.

BERSAMBUNG......

Selasa, 10 April 2012

Catatan Handphone Si Tegar (Bagian 1)


Sore itu, tegar terburu buru mengendarai sepeda motor bebeknya dari kampusnya menuju kantor percetakan tempat ia bekerja, dengan kecepatan 100 km/jam, dia meliuk liuk melewati berbagai kendaraan lain yang juga melaju kencang di jalanan kota tersebut,
‘gawat, aku bisa dimarahi bos kalo terlambat lagi ke kantor hari ini’, gumam tegar sembari terus memacu sepeda motornya semakin kencang,
Satu, dua, tiga motor dan mobil berhasil dilewatinya di jalan yang cukup sempit itu, lalu tegar berinisiatif mengambil jalur kanan untuk menyalip beberapa kendaraan lagi tapi…..
DRUAAAAKKKKKK………
Tiba tiba sebuah mobil sedan berbelok arah dari sisi lain dari jalan dua jalur tersebut, karena kecepatan yang tinggi, tegar tak dapat mengelak lagi dan akhirnya menabrak mobil sedan tersebut, tubuhnya terpelanting dari motor tersebut dan jatuh tersungkur di jalan raya tersebut…
Suasana sejenak hening, beberapa motor dan mobil yang melintas berhenti untuk melihat apa yang terjadi, beberapa orang langsung berinisiatif mengangkat tegar ke pinggir jalanan, dan beberapa lagi langsung mengotong motornya ke pinggir jalanan, dan ketika beberapa orang ingin meminta pertanggung jawaban dari penggendara mobil tersebut, tiba tiba mobil sedan tersebut langsung tancap gas dan kabur meninggalkan tampat kejadian..
“woiii….. kurang ajar…”, “ hei tanggung jawab”, “jangan lari…” beberapa orang menggupat pengendara tersebut, beberapa dari mereka ada yang mencoba mengejar…
******
Di pinggir jalan, tegar sudah tak sadarkan diri, darah mengucur deras dari kepalanya, badannya terkulai lemas tak berdaya,
dan merekapun membawa tegar ke rumah sakit ternama dikota tersebut,  dengan menggunakan sebuah mobil, merekapun meluncur membawa tegar,
******
sesampainya dirumah sakit, pihak rumah sakit langsung membantu dengan membawakan kasur roda, dan memindahkan tubuh tegar keatasnya, para perawat segera mendorongnya kearah instalasi gawat darurat, dan beberapa dari mereka yang menolong tegar tadi ikut menuju IGD,
  disisi lain dari rumah sakit tersebut, arni dan sari sedang berjalan berdua dari ruang adminsitrasi rumah sakit menuju kearah luar rumah sakit, dan di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan para perawat yang sedang membawa tegar ke IGD, arni dan sari pun tak melihat tegar yang merupakan teman sekampusnya karena mereka terlalu asik mengobrol.
Namun, ketika tepat mereka bersebelahan, handphone tegar jatuh dari kantong celananya, karena panik, perawat dan beberapa orang yang menolong tegar tak memperhatikannya, namun sari melihat handphone tersebut jatuh dan langsung memungutnya, wanita berambut pendek ini penasaran, dan menyusun kembali handphone yang tercerai berai tersebut, lalu ia menghidupkan powernya, dan berpikir akan mengembalikan setelah kembali dari kantin kelak..
Masih sambil bercanda tawa sari dan arni berjalan menuju kearah kantin untuk makan sore itu, mereka berduapun memesan 2 piring mie ayam, sembari menunggu makanan, sari melihat wallpaper dan handphone tersebut dia sedikit terkejut karena tertulis dalam bahasa korea, saranghae sari…
Lalu ia menanyakan ke arni “ eh ar, ini handphone siapa ya??, kok ada nama akunya di wallpaper”, “hem.. mungkin kebetulan sama aja sama yang punya handphone sar..” kata arni tak terlalu menggubris karena sedang asik mengupdate statusnya di facebook
Karena penasaran, ia memeriksa handphone tersebut, dan ia membuk a kontak, dan pesan,
“inikan pesan saya ketegar 2 hari yang lalu??, apakah mungkin ini handphone dia ya?? Kok bisa ada dsini?”, belum terpikir oleh sari bahwa yang dibawa orang ke IGD tadi adalah tegar, dan  ketika sedang sibuk mengotak atik handphone tersebut, ada sebuah folder catatan yang menarik sari untuk membukanya, disana tertulis..
MY FIRST LOVE JOURNAL…
“ hoho, gimana ya kisah cintanya si tegar??” gumam sari penasaran sambil tertawa geli..
Lalu ia membuka dari bawah, karena ingin membaca catatan handphone tersebut dari awal…
Lalu tanpa mengubris makanan yang telah terhidang didepannya dan ajakan arni untuk makan sari mulai membaca catatan handphone tersebut.
******
~7 Oktober 2011~
Hari ini merupakan minggu keduaku berada dikampus ini, aku berkenalan dengan beberapa orang, sejauh ini tak banyak yang bisa kuajak ngobrol, siang ini ada matakuliah matematika dasar, ketika ku masuk ruangan, beberapa teman yang kukenal sudah berada didalam, sialnya tak ada kursi yang tersisa didekat mereka, sehingga terpaksa kududuk di baris kedua di sebelah seorang cewek yang nga begitu kukenal, tak kusangka hari itu menjadi hari yang sangat indah bagiku, aku bertemu dengan seorang wanita yang mengakui keberadaanku, ia mengajakku ngobrol, berdiskusi tentang pelajaran tersebut dan bercanda denganku, dan semuanya ia yang memulai. Suatu hal yang baru kali ini aku dapatkan apalagi dari orang yang bahkan belum kukenal dekat sama sekali.
Sari mengernyitkan keningnya, mencoba mengingat apa yang ia lakukan pada hari tersebut, dan ia tak bisa mengingatnya, “kira kira siapa y nih cewek”, gumam sari sembari menyendok mie ayam yang terhidang didepannya, setelah itu sari melanjutkan membaca catatan tersebut

BERSAMBUNG